Simak 4 Fakta Aplikasi TikTok Cash Yang Sempat Kontroversi Ini!

  Pada tahun 2018 dunia maya digemparkan dengan fenomena alay. Kata alay tersebut disematkan oleh netizen kepada para pengguna aplikasi TikTok Cash. Hal ini dikarenakan aplikasi ini menyuguhkan konten seperti berjoget sesuai dengan gerakan yang disediakan. Pemerintah pun turun tangan dan memblokir aplikasi ini karena dinilai banyak memberikan sisi yang tidak baik. Namun demikian, sekarang aplikasi ini sudah dapat digunakan lagi dan dilengkapi dengan fitur-fitur edit video yang lebih menarik lagi.


4 TikTok Cash OJK

Aplikasi yang booming dikalangan anak muda ini memang telah banyak menuai kontroversi namun juga banyak pula yang pro dan tetap menggunakan aplikasi ini. Jumlah pengguna TikTok yang banyak menjadi peluang tersendiri untuk bisa menghasilkan uang melalui aplikasi ini. Berikut merupakan fakta penting yang perlu Anda ketahui.

Resmi Diblokir Oleh Pemerintah

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Anda bisa mendapatkan uang dari aplikasi ini. Namun, segala macam aplikasi atau apapun itu yang berhubungan dengan uang haruslah mendapatkan izin terlebih dahulu dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Pihak OJK pun telah mempelajari skema menghasilkan uang yang dilakukan oleh TikTok. Setelah mempelajari lebih jauh OJK melapor kepada KOMINFO agar memblokir aplikasi ini. Hal ini dikarenakan OJK membaca ada penyalahgunaan seperti investasi bodong atau money game. Tindakan ini dilakukan untuk menghindarkan masyarakat dari kerugian yang mungkin mereka hadapi.

Menghasilkan Uang Dengan Menonton Video

Alasan orang-orang banyak yang menggunakan TikTok Cash yaitu karena mereka dapat menghasilkan uang dengan cara yang cukup mudah. Anda hanya perlu melihat konten video yang terdapat pada aplikasi tersebut serta memberikan like. Sebagai syarat untuk mencairkan dana tersebut Anda diharuskan mencantumkan bukti screenshot dan uang tersebut akan ditransfer langsung ke rekening Anda.

Untuk bisa mendapatkan uang dari menonton video ternyata Anda juga harus mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota. Pada saat pendaftaran Anda akan diberikan pilihan menjadi pekerja sementara atau general manager. Posisi yang ditawarkan tersebut juga akan berpengaruh terhadap uang keanggotaan yang akan Anda bayarkan. Biaya keanggotaan general manager dipatok dengan nominal Rp. 49.999.000 dan memiliki masa berlaku selama 365 hari. Sedangkan untuk pekerja lepas, dibandrol dengan Rp. 89.000 dengan masa berlaku hanya 8 hari saja.

TikTok Cash Berbeda Dengan Aplikasi TikTok

Fakta lain yang wajib diketahui oleh pengguna media sosial yaitu TikTok Cash berbeda dengan aplikasi TikTok. Pihak TikTok telah memberikan angkat bicara dan mengklarifikasi bahwa TitTok tidak melakukan afiliasi dengan perusahaan TikTok Cash. Klarifikasi ini dilakukan dengan tujuan agar pengguna lebih bijak dan berhati-hati sehingga tidak tergiur dengan tawaran yang berpotensi merugikan. Selain itu, pihak TikTok juga mempertegas bahwa mereka tidak pernah meminta uang kepada para penggunanya.

Diikuti Oleh Aplikasi Serupa

Selain TikTok Cash ternyata banyak jug aplikasi serupa yang beredar di Indonesia. Aplikasi-aplikasi tersebut menawarkan keuntungan menggiurkan dengan mendaftarkan diri sebagai anggotanya. Selanjutnya, para anggota berkewajiban untuk menonton video-video yang telah tersedia. Untuk mendapatkan imbalan yang dijanjikan Anda harus menyerahkan data diri Anda secara lengkap menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter atau Google.

Lagi-lagi pemerintah berhasil menemukan kejanggalan pada perusahaan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga bisa dengan cepat memblokirnya. Hal ini tentu harus dijadikan pelajaran agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan. Informasi dan data pribadi yang Anda setorkan tersebut berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sekian ulasan Tiktok Cash kali ini semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda semua. Semoga artikel ini juga dapat memberikan pencerahan agar semakin berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel